teddie

Kamis, 30 Maret 2017

Teknologi Komunikasi Data Dan Suara

A.        Komunikasi Data



1.   Pengertian

Komunikasi data merupakan proses pengiriman informasi ( data ) yang telah diubah dalam suatu kode tertentu yang telah disepakati melalui sebuah media transmisi dari pengirim ( sender ) ke penerima ( receiver ).
Komunikasi data adalah proses pengiriman informasi diantara dua titik menggunakan kode biner melewati saluran transmisi dan peralatan switching dapat terjaga antara computer dengan komputer, komputer dengan terminal atau komputer dengan peralatan.
Komunikasi data merupakan gabungan dari teknik telekomunikasi dengan teknik pengolahan data.

2.   Jenis

   a. Menggunakan kabel         : Coaxial, UTP/STP, dan Fiber optic.
   b. Tanpa kabel                      : Wireless dan Bluetooth.

3.   Syarat

Sebuah proses komunikasi data akan terjadi bila memenuhi syarat sebagai berikut :
a.       Ada pengirim (sender)
b.      Ada penerima (receiver)
c.       Ada data yang dikirim oleh server
d.      Ada media transmisi untuk mengirimkannya.

4.   Proses

Proses komunikasi data diawali dengan dihubungkannya antara device milik sender dan receiver dalam sebuah jaringan. Setelah itu data akan dikirim melalui sebuah media transmisi. Pada saat proses pengiriman data, data akan dijadikan paket-paket, lalu dijadikan bit-bit biner. Proses perubahan bentuk tersebut dilakukan oleh 7 (tujuh) layer OSI.
5.   Hambatan

Hambatan ketika melakukan komunikasi data antara lain adalah sebagai berikut :
a.       Hambatan yamg bersifat teknis, yaitu pesan tidak dapat secara utuh diterima oleh receiver.
b.      Hambatan bahasa, yaitu pesan yang kita kirimkan tidak dapat ditafsirkan secara sempurna oleh receiver.
c.       Hambatan bola salju, yaitu pesan semakin lama semakin membesar.

6.   Pemikiran dalam komunikasi data

a.   Menyalurkan informasi secepat mungkin dengan kesalahan sedikit mungkin.
b.   Mengintegrasikan semua jenis komunikasi menjadi satu system, yaitu ISDN (Integrated Service Digital Network) atau Jaringan Digital Pelayanan Terpadu.

7.   Tujuan komunikasi data

a.   Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar efisien, tanpa kesalahan ekonomis dari suatu tempat ke tempat lain.
b.   Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan peralatan pendukung dari jarak jauh (remote computer use).
c.   Memungkinkan penggunaan komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik desentralisasi maupun sentralisasi.
d.   Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagai macam sistem komputer.
e.   Mengurangi waktu untuk pengolahan data.
f.    Mendapatkan data langsung dari sumbernya (mempertinggi kehandalan).
g.   Mempercepat penyebarluasan informasi.
B.        Komunikasi Suara

1.   Pengertian

Proses komunikasi yang hanya dapat ditangkap indera pendengaran.
Merupakan jenis komunikasi yang paling umum digunakan berupa informasi yang disampaikan melalui perantara suara untuk didengarkan.

2.   Jenis

a. Komunikasi radio satu arah
b. Komunikasi radio dua arah

3.   Proses

Proses komunikasi suara diawali dengan pengiriman sebuah suara melalui gelombang radio. Dan nantinya suara tersebut akan ditangkap oleh media yang sesuai.

4.   Hambatan

Hambatan dalam melakukan komunikasi suara adalah :
a.      Suara yang tidak dapat diterima dengan baik karena pengaruh sinyal.
b.      Suara menjadi berbeda.

5.   Contoh dari komunikasi suara

a.      Komunikasi siaran radio / radio broadcasting.
         Informasi di pancarkan kesegala arah dan siapapun diperbolehkan menerima informasi tersebut. Dan informasi yang dikirimkan bersifat umum. Contoh : Radio RRI.
b.      Komunikasi radio amatir.
         Informasi dipancarkan kesegala arah tetapi jumlah pengirim dan penerima informasi terbatas pada mereka yang mempunyai izin beroperasi, informasi bersifat pribadi. Contoh : ORARI.
c.      Komunikasi radio dua arah.
         Informasi terbatas pada pengirim dan penerima yang beroperasi dengan saluran / frekuensi / gelombang yang sama dan jarak jangkauannya terbatas sehingga sifat pribadinya dapat terjaga. Contoh : Handy-Talky.
d.      Komunikasi radio antar penduduk / citizen band.
         Hubungan komunikasi bersifat pribadi, jangkauannya terbatas dan kerahasiaan tidak terjamin, karena semua pesawat penerima sistem komunikasi dapat menerima informasi yang disampaikan. Contoh : Intercom, RAPI.
e.      Komunikasi radio panggil / paging system.
         Digunakan untuk memanggil penerima yang merupakan pelanggan dari pengirim, jarak jangkauannya terbatas. Contoh : pager.
f.       Komunikasi telepon bersifat pribadi murni / niaga.
            Jumlah informasi yang disampaikan tidak terbatas, kerahasiaan terjaga, jarak jangkauannya paling luas. Menggunakan management pertukaran. Contoh : Telephone Dial, Handphone.

Prinsip Kerja Komunikasi Jaringan Client Server

Pengertian Client Server



Client Server

Client Server adalah
suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya.

Client
User akan membuat permintaan melalui software client. Aplikasi ini berfungsi :
• Memberikan interface bagi user untuk melakukan jobs.
• Format request data ke bentuk yang dapat dimengerti oleh server
• Menampilkan hasil yang diminta pada layar

Server
Pada jaringan client/server, server khusus digunakan untuk pemrosesan, penyimpanan dan manajemen data. Server bertugas menerima request dari client, mengolahnya, dan mengirimkan kembali hasilnya ke client.

Untuk itu, server membutuhkan komputer khusus dengan spesifikasi hardware yang jauh lebih baik dan bertenaga dibandingkan hardware untuk client karena komputer harus mampu melayani :
• Request secara simultan dalam jumlah besar
• Aktivitas manajemen jaringan
• Menjamin keamanan pada resource jaringan

-Server Merupakan kunci utama
-Akses kontrol bersifat centralized
-Menggunakan prosesor cepat
-Memory yang besar
-Extra pheriperal


Type Jaringan

Kelebihan Jaringan Client-Server

Karena hanya ada satu administrator yang mengatur sistem dalam jaringan, maka sudah dapat dipastikan kalau keamanan dan administrasi dalam jaringan client-server lebih baik.

Server tidak terbebani sebagai workstation sehingga memiliki kecepatan akses yang lebih tinggi. Semua data dapat di-back up karena kontrol terpusat dilakukan oleh server.


Kekurangan Jaringan Client-Server

Biaya operasional yang mahal.
Komputer yang akan dijadikan server haruslah komputer yang memiliki spesifikasi tinggi.
Karena yang mengatur hubungan antara server dan workstation adalah server, maka apabila server mengalami gangguan, seluruh jaringan akan terganggu.


Kelebihan Jaringan Peer to Peer

Biaya operasional yang lebih murah dikarenakan tidak memerlukan server yang harus memiliki spesifikasi tinggi. Tidak membutuhkan administrator yang profesional.

Karena setiap komputer dalam jaringan memiliki hak akses dan kedudukan yang sama serta tidak bergantung pada server, maka apabila ada salah satu komputer yang mengalami gangguan, jaringan juga tidak akan terganggu.


Kekurangan Jaringan Peer to Peer

Karena jaringan Peer to Peer tidak tergantung pada server, maka sistem keamanan ditentukan sendiri oleh masing-masing user. Dan setiap user pastinya memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Hal ini tentu saja menjadikan jaringan Peer to Peer rentan terhadap serangan dari pihak luar. Masing-masing komputer dalam jaringan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Dan apabila terjadi troubleshooting akan rumit dikarenakan pengaturan, konfigurasi dan penanganannya juga berbeda-beda. Kemampuan kerja yang lebih rendah dari jaringan Client-Server.


Arsitertur client server

Two tier Acsitektur

Server mengirim data dan client mengakses data ( server sangat dominan )
Keuntungan : keserhanaan dan kompabilitas

Three tier Arsitektur

Dipresentasikan dengan host, server dan client. Server berperan sebagai penengah dengan mengirim aturan bisnis / prosedur

Keuntungan : basis data disimpan dalam host dan biaya pembagian jaringan bisa disesuaikan dan dioptimalkan

Interaksi client server dan DBMS

Aktivitas pada client:
-Meminta data
-Meminta penguncian data
-Tanggapan dari server
-Memberikan data
-Mengunci data dan memberikan datanya

Pengertian Sejarah Jenis Dan Fitur-Fitur MikroTik

Pengertian MikroTik



Mikrotik routerOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal,mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.

Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.

Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router.

Mikrotik 2

MikroTik RouterOS™, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal
Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Sejarah MikroTik RouterOS

MikroTik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang berkewarganegaraan Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis, Seorang darjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995. 

John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi MikroTik adalah merouting seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia. Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.

Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama denag bantuan 5-15 orang staff Research and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di lingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTik secara marathon.

Jenis-Jenis MikroTik

1. MikroTik RouterOS yang berbentuk software yang dapat di-download di www.mikrotik.com. Dapat diinstal pada kompuetr rumahan (PC).

2. BUILT-IN Hardware MikroTik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang didalamnya sudah terinstal MikroTik RouterOS.

Fitur-Fitur MikroTik

1. Address List : Pengelompokan IP Address berdasarkan nama

2. Asynchronous : Mendukung serial PPP dial-in / dial-out, dengan otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports.

3. Bonding : Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi cepat.

4. Bridge : Mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge interface, bridging firewalling.

5. Data Rate Management : QoS berbasis HTB dengan penggunaan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer

6. DHCP : Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP Relay; DHCP Client, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases.

7. Firewall dan NAT : Mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. Mampu memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port, protokol IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP, TCP Flags dan MSS.

8. Hotspot : Hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukung limit data rate, SSL ,HTTPS.

9. IPSec : Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellmann groups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkirpsi menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256; Perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5

10. ISDN : mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP, CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128K bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.

11. M3P : MikroTik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan ethernet.

12. MNDP : MikroTik Discovery Neighbour Protokol, juga mendukung Cisco Discovery Protokol (CDP).

13. Monitoring / Accounting : Laporan Traffic IP, log, statistik graph yang dapat diakses melalui HTTP.

14. NTP : Network Time Protokol untuk server dan clients; sinkronisasi menggunakan system GPS.

15. Poin to Point Tunneling Protocol : PPTP, PPPoE dan L2TP Access Consentrator; protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasi dan laporan Radius; enkripsi MPPE; kompresi untuk PPoE; limit data rate.

16. Proxy : Cache untuk FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy; transparent proxy untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol SOCKS; mendukung parent proxy; static DNS.

17. Routing : Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.

18. SDSL : Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan.

19. Simple Tunnel : Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP).

20. SNMP : Simple Network Monitoring Protocol mode akses read-only.

21. Synchronous : V.35, V.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media ttypes; sync-PPP, Cisco HDLC; Frame Relay line protokol; ANSI-617d (ANDI atau annex D) dan Q933a (CCITT atau annex A); Frame Relay jenis LMI.

22. Tool : Ping, Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dinamik DNS update.

23. UPnP : Mendukung antarmuka Universal Plug and Play.

24. VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging.

25. VoIP : Mendukung aplikasi voice over IP.

26. VRRP : Mendukung Virtual Router Redudant Protocol.

27. WinBox : Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi MikroTik
RouterOS.

Rabu, 08 Februari 2017

Fungsi Layanan Jaringan

Fungsi Layanan Jaringan Serta Pengenalan DHCP, DNS, FTP, NTP, Mail, Web Mail, Proxy

Di artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai fungsi layanan jaringan dan juga pengenalan dan fungsi dari DHCP, DNS, FTP, NTP, Mail, Web Mail, Proxy. materi ini dipelajari di mata pelajaran administrator jaringan untuk SMK kelas 2.

Sebelum menjelaskan mengenai fungsi layanan jaringan saya akan jelaskan sedikit mengenai apa itu jaringan atau network?, Jaringan komputer (Network) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat komputer tambahan serta perangkat jaringan lainnya seperti kabel, switch, HUB, router, dll. Yang dimana semua itu nantinya akan saling terhubung dengan menggunakan media tertentu dengan aturan yang sama dan bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.

Fungsi Layanan Jaringan Komputer
Layanan jaringan atau network service adalah bentuk layanan yang disediakan oleh jaringan komputer yang berfungsi untuk memberikan kemudahan dalam menggunakan sumber daya bersama baik software maupun hardware.

Untuk mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer akan meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang memberikan layanan disebut pelayan dalam hal ini adalah mesin atau komputer server, sedangkan yang meminta layanan disebut klien (client). Arsitektur ini disebut dengan arsitektur client-server yang digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Secara detail berikut adalah fungsi dari layanan jaringan:

Membantu mempertahankan informasi agar tetap handal dan selalu update.
Sistem penyimpanan data terpusat ataupun terdistribusi yang dikelola dengan baik sehingga memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.
Pembagian sumber daya bersana seperti berbagi pemakaian printer, CPU, memori, dan harddisk.
Komunikasi data seperti Surat elektronik, instant messaging, dan chatting.
Memudahkan akses informasi seperti Web browsing.



Pengenalan DHCP, DNS, FTP, NTP, Mail, Web Mail, Proxy
Ada banyak sekali teknolgi yang dapat mendukung dan memudahkan dalam pengolaan jaringan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

#1 - DHCP (Dynamic host configuration protocol)
DHCP adalah bentuk layanan jaringan yang disediakan oleh komputer server untuk memberikan ip address secara otomatis kepada setiap komputer client yang terhubung kedalam jaringan.

DHCP merupakan teknologi yang benar-benar sangat membantu administrator jaringan karena dengan mengaktifkan DHCP di komputer server maka setiap komputer yang terhubung ke jaringan tidak perlu lagi mengatur ip address secara manual, karena ip address akan otomatis diberikan oleh server ke client yang terhubung ke jaringan, jadi, konfigurasi di komputer client cukup di seting otomatis saja.


Fungsi DHCP

Secara otomatis mendistribusikan IP (IP address) ke setiap client/pengguna yang terhubung dengan jaringan komputer.
Dapat menghemat tenaga terutama untuk administrator jaringan, karena tidak direpotkan harus melakukan seting ip address untuk setiap komputer client yang terhubung ke jaringan, administrator cukup menghubungkan komputer, maka ip komputer tersebut akan menyesuaikan dengan ip komputer server tanpa harus diseting secara manual, karena akan diberikan oleh server secara otomatis.
Menyajikan ip address dinamic maupun statis, ip address dinamis adalah ip address yang akan selalu berubah-ubah setiap kali komputer client dinyalakan sedangkan ip address statis adalah ip address yang akan selalu tetap sama selamanya.


#2 - DNS (Domain Name Server)
Domain name server atau dns adalah server komputer yang berfungsi untuk menterjemahkan atau merubah alamat ip menjadi nama domain atau nama domain menjadi alamat ip yang dapat dimengerti oleh komputer, dns juga sekaligus sebagai sistem komputer yang menyimpan semua informasi data dari domain ataupun hostname dalam sebuah jaringan.

Sebagai contoh, ketika anda mengakses internet, maka yang anda ketikan adalah alamat domain situs yang ingin anda akses, misalkan facebook.com, jika ditelusuri prosesnya alamat yang anda ketikan tersebut akan diterjemahkan oleh DNS ke dalam alamat IP misal menjadi 192.168.90.1, tujuannya adalah agar dapat dimengerti oleh mesin komputer.

DNS pada umumnya digunakan pada aplikasi yang terhubung dengan internet seperti web browser maupun pada sebuah layanan email. Selain itu, DNS juga dapat di terapkan pada private network maupun intranet.

Dengan adanya DNS sebenarnya dapat membantu setiap pengguna, karena pengguna tidak direpotkan harus menghapal alamat iP dalam bentuk angka yang memang lebih sulit dibandingkan dengan kata-kata, pengguna cukup mengetikan nama domain saja, maka sisanya adalah tugas DNS untuk menterjemahkan ke dalam bentuk IP address yang dapat dipahami oleh komputer.

Cara Kerja DNS
Cara kerja DNS, untuk menghubungkan komputer setiap client yang terhubung ke internet ke server DNS maka Server DNS memerlukan program client yang bernama resolver, resolver biasanya sudah build in atau terpasang di aplikasi browser (seperti mozila, internet explorer, google chrome dll) atau aplikasi mail client seperti ms outlok dll, yang digunakan oleh client ketika mengakses internet.

Untuk lebih memahami cara kerja dns server bisa di lihat pada gambar di bawah ini:


cara kerja dns server


Adapun deskripsi cara kerjanya adalah sebagai berikut:

DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai. jika belum maka DNS resolver akan melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
Jika masih tidak ditemukan di cache pada langkah di atas, maka DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan.


#3 - FTP (File transfer protokol)
FTP atau File transfer protokol Adalah layanan jaringan biasanya dalam bentuk software aplikasi atau perangkat aplikasi khusus yang menggunakan protokol jaringan yang berfungsi untuk membantu memfasilitasi pengiriman file antar setiap komputer yang terhubung kejaringan. FTP juga bisa dikatakan sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah framework.

Ada dua bagian pokok pada FTP yaitu FTP Server dan FTP Client. kedua bagian tersebut selalu menjalin komunikasi, Client FTP biasanya berbentuk sebuah aplikasi atau software khusus yang bertugas mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah Server FTP, sementara Server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah Client FTP.

FTP dikenal sebagai salah satu protokol komunikasi jaringan internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini, FTP banyak digunakan untuk mempermudah melakukan pengunduhan (download) dan juga pengngunggahan (upload) berkas-berkas komputer ke server internet.

Fungsi FTP
Fungsi FTP yang banyak dikenal adalah untuk membantu memfasilitasi Pengunduhan file (download) ataupun pengunggahan file (upload) yang menggunakan jaringan komputer internet.

Definisi Remote Dekstop Dan Remote Manajemen

 PENGERTIAN REMOTE DESKTOP DAN REMOTE MANAJEMEN




. Remote desktop adalah sebuah aplikasi yang dapat memonitor kegiatan orang lain atau memonitor sebuah kinerja server dari jarak jauh. Disini remote desktop dapat memantau apa saja yang sedang di lakukan oleh user maupun server. Selain itu dengan remote dektop kita juga dapat membantu pekerjaan orang lain yang belum terselesaikan jika orang tersebut sedang ada masalah atau kepentingan pribadi yang harus di tinggalkan dan tidak dapat menyelesaikan tugas tersebut dalam satu kantor, instansi, dll. Dengan remote desktop kita dapat membantu pekerjaan orang tersebut jika ingin dimintai pertolongan dan kita dapat mengerjakannya tanpa harus menyentuh komputer orang tersebut dengan kata lain kita tinggal duduk manis saja di tempat duduk kita sambil mengerjakan tugas orang tersebut di ruangan lain. Baiklah sekarang tinggal bagaimana cara melakukan remote desktop tersebut. Perhatikan langkah-langkah berikut dengan benar agar dapat melakukannya juga dengan benar.

Manajemen jarak jauh istilah digunakan untuk menggambarkan setiap proses di mana perangkat pengendalian secara fisik tidak melekat pada satuan aktual. Ada empat aspek manajemen remote: metode komunikasi, tingkat kontrol, pelatihan operator dan masalah kinerja. Alasan utama untuk menerapkan sistem manajemen remote adalah untuk meningkatkan keamanan dan meningkatkan produktivitas.

Aplikasi manajemen remote dapat ditemukan dalam industri teknologi konstruksi, pertambangan, transportasi dan informasi. Jumlah perangkat yang dapat dikelola dari jarak jauh telah terus meningkat karena peningkatan kualitas pemrograman komputer dan desain sistem. Leverage meningkat dari teknologi ini adalah memberikan peluang baru untuk mesin dan desain alat berat.

Metode komunikasi yang digunakan dalam sistem manajemen remote tergantung pada aplikasi yang dimaksud. Misalnya, komunikasi dengan mesin pengeboran di tambang tidak dapat didasarkan pada garis yang jelas terlihat antara operator dan mesin. Sebaliknya, frekuensi radio khusus atau saluran komunikasi nirkabel diperlukan. Jumlah mesin lainnya dan unit dikontrol melalui sistem manajemen jarak jauh memiliki dampak besar terhadap efektivitas metode komunikasi. Setiap unit harus dikendalikan secara terpisah, tanpa gangguan dari perangkat lain.

Menyederhanakan adopsi dan pengelolaan teknologi Cisco, dengan pemantauan jarak jauh terus menerus dan pengelolaan jaringan Anda. Dengan Layanan Remote Management (RMS) dari Cisco, Anda bisa mengantisipasi, mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah lebih cepat, dan dengan akurasi yang lebih besar sementara tetap mempertahankan sebagai visibilitas dan kontrol sebanyak seperti yang Anda inginkan. Ahli Cisco memberikan pengalaman yang luas di seluruh spektrum yang luas dari teknologi termasuk Video Bisnis, Unified Communications, Data Center, Keamanan dan Yayasan.

Pengertian DHCP


pengertian DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

Pengertian GNU GPL

GNU General Public License (disingkat GNU GPL, atau cukup GPL; dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi lisensi publik umum) merupakan suatu lisensi perangkat lunak bebas yang aslinya ditulis oleh Richard Stallman untuk proyek GNU. Lisensi GPL memberikan penerima salinan perangkat lunak hak dari perangkat lunak bebas dan menggunakan copyleft untuk memastikan kebebasan yang sama diterapkan pada versi berikutnya dari karya tersebut.

GPL terakhir lisensi ini, yaitu versi 3, dirilis 27 Juni 2007. GNU Lesser General Public License (LGPL) merupakan versi lain GPL, ditujukan untuk penggunaan beberapa software library.

Berdasarkan beberapa pengukuran, GPL merupakan lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka terpopuler. Per Januari 2006, GPL digunakan oleh 66% dari 41.962 perangkat lunak bebas yang terdaftar di Freshmeat,[1] serta 68 % dari keseluruhan perangkat lunak bebas yang terdaftar di SourceForge.net.[2]